The Love Deserve


~ ~ ~

tumblr_nvteypahoa1sktodxo1_250


You deserve a love that wants you disheveled, with everything  and ask the reasons that wake you up in a haste, with everything and demons that won’t let you sleep.


You deserve a love that makes you feel secure, able to take the world when it walks beside you; that feel your embrace are perfect for its skin.


You deserve a love that wants to dance with you at beginning until end of party, that goes paradise every time it looks into your eyes and never gets tired of studying your expressions.


You deserve a love that still love you when your legs turn into root, your finger into twigs and your hair into leafage.


You deserve a love that listens when you sing, that support you when you act like a fool, that respect your freedom; that accompanies you when you fly and isn’t afraid to fall.


You deserve a love that takes away the lies and brings you illusion, coffee, and poetry.


dedicated to the love that ends my journey

~ ~ ~

Advertisements

Blue Dreaming


|||b|||l||||u||||e||||d|||||r|||||||e||||a||m|i|||||n|||||g|||

tumblr_mphdg0tr9a1qa3kqpo1_1280

You are the shadow to my night ~ did you feel us?
Another star falls then you fade away
Afraid our aim is out of sight, when we are blindfolded
Wish to see us, alight.

“This dream.”

“Was it all only was my fantasy?”

“Or you only imaginary?”

“Where are you now?”

“Atlantis?

“Under the sea, another dream?”

Another dreams,
one of creepy faces at random bar starring at me, speaks other language, and they’re talking it to me.

“These shallow blue waters never met what I needed”

“I’m letting go a deeper dive, and come up in milky way galaxy”

“Eternal silence of the sea. I guess so, its Atlantis.”

All that i care to remember, everything was only blue.

Even in this words. Even its just a dream.

Blue Dreaming: “its one of many thought that i actually really like it, it was always uplift my morning as soon as I’m awake. I don’t know what it is exactly, but i know it wasn’t the answer.  Its good at the end. Eventually. “

~miamou

Ayin Ha Ra


Kalimat ini letaknya agak ke kiri, di antara lipatan udara beragam, gelas champagne, dan daftar menu dengan logo pencari lubang tertempel pada “cover”-nya. Kudapan memenuhi meja makan, seperti kudapan lain yang memenuhi di balik seragam Ayra.

 her
 
 
Beberapa kalimat agak berantakan, ketika aku mencoba menatap Ayra, nama panggilan yang lebih singkat dari Ayin Ha Ra. Hewan kecil itu terkadang bermain di antara rambut Ayra yang terurai panjang, seperti mengukur jarak antara kesunyian dan pikiran-pikirannya. Cukup rumit.
 
Beberapa tamu yang datang untuk bermain golf di Elite Golf Club ini, tempat paling innocent untuk segerombol pendosa paling banyak gaya, di dalam ruangan VVVVVIP ini yang namanya sering disebut sebagai Black Widow, karena beberapa karyawati yang bekerja di tempat itu rata-rata korban dari ketamakan diri sendiri akan orgasme, dan akhirnya ditinggalkan oleh si penebar benih untuk menjadi janda di umur muda. Beberapa tamu VVVVVIP tersebut tampak seperti makhluk bodoh, mereka sibuk dengan telepon genggam masing-masing di tempat yang seharusnya lebih baik untuk menghindar dari segala jenis elektronik penghubung makna.
 
Ayra akan menemani mereka untuk menyelam di beberapa titik pembicaraan politik paling kotor yang tidak pernah masuk walau dalam selembar media paling kredibel sekalipun (pengaturan trayek premanisme di kota itu, berjudi hampir seperti yang biasa mereka lakukan di negara Macau sambil mengatur pembagian bisnis kotor lainnya) yang hampir tidak bisa di cerna Ayra yang sedang menuangkan air San Palegrino ke gelas salah satu tamu gendut ber-uang yang jaman sekarang sering di sebut “Gadun”.
Dia tampak gelisah, seperti akan menemani seonggok daging yang masing-masing sibuk bersilat jari dengan touch screen di telepon genggamnya. Tapi paling tidak, sehabis kerja nanti, Ayra akan meringankan beban-beban di rumah seperti susu untuk anak, listrik, internet, indovision, rokok untuk adik laki-lakinya yang malas berkerja, kakeknya yang pensiunan tanpa dana pensiun, dan kebutuhan-kebutuhan rumit lainnya.
 
Sepulang kerja, Ayra tidak selalu pulang kerumah. Dia melarikan diri dari kerumitan kebutuhan di dalam rumahnya, dan menyapa pelukan tepat setelah membuka pintu kamarku. Masih menggendong tas kulit coklat yang entah di salah satu kantung tas itu terdapat beberapa kartu nama tamu VVVVVIP di tempat dia bekerja. Larut setelah itu, Ayra berbaring sexy agak kesamping memberi jalan untuk cairan yang akan mengalir dalam tubuhnya yang ramping. Saya hanya manusia yang berhasrat tanpa uang yang haus akan cinta dan kepuasan mengerang, apapun bentuk dan caranya walau harus berperang. Aku telah rela menjadi binatang yang di kandangi dalam kerumitan di dalam kepala Ayra itu.
 
Ayra.
 
Saya tidak pernah bisa meihat matanya terlalu lama, atau dada ini akan meleleh seperti chocolate fondue yang mengalir ke bagian bawah tubuh saya dan stroberi di bagian tubuh lain menjadi ranum dan sangat matang.
 

Waktu menunjuk pukul sembilan. Di sudut kafe ketiak saya berpeluh. Namun tak bisa mengeluh. Kecuali pada ponsel yang suaranya tak juga melenguh.

Dua belas jam yang lalu ada yang mengaku akan datang. Yang saya harapkan selalu di kafe itu senyumnya manisnya akan mengembang. Ketika melihat saya. Karena berdekatan dengan pujaan hati, katanya. Biasanya kami akan menghabiskan waktu dengan percakapan. Saling bertatapan. Saling bertukar harapan. Harapan untuk bisa merapat dan berdekapan. Di suatu tempat yang jauh dari kegaduhan.

Namun, sebenarnya, hati saya selalu gaduh. Ketika di tindih tubuhnya saya mengaduh. Karena setelahnya  dia akan mengeluh. Bertanya, ke manakah hubungan ini akan berlabuh?

”Kenapa perlu dipertanyakan, Sayang. Kita sedang berlabuh ke sebuah ketidak-tahuan yang memabukkan.”

”Hah?!”

Kupu-kupu melebarkan sayapnya tepat di depan bebungaan di mana kami duduk. Ia pun melebarkan jangkauan tangannya di mana tangan saya sedang diam merunduk. Mencoba meredam tawa saya yang sudah terdengar seperti orang mabuk. Tenang gerakannya sangat saya tahu sebenarnya memendam rasa amuk akan segala pertanyaan rumit yang saya tunda jawabanya. Sejujurnya saya tidak pernah berencana untuk menhabiskan hidup di temani dengan rasa was-was akan pekerjaan yang mungkin akan menjatuhkan saya lagi, seperti yang sudah – sudah. Karena itu segera saya kibaskan tangan itu berpura-pura menghalau nyamuk.

“Sayang?”

Saya memotong kalimatnya. Persis seperti apa yang dilakukan badut-badut ketika berada di atas arena. Berteriak ketika ada yang mengolok-oloknya. Terjatuh. Mengaduh. Berlari. Tanpa berani memaki. Menghilang ke balik panggung. Disertai dengan sorak-sorai dan tawa menggunung.

Sorak-sorai itu yang mengingatkan saya atas kutipan-kutipan yang dituliskan di beberapa buku pemikir. Membuat saya mencibir. Karena ada letupan kembang api di kepalanya. Dan warna-warni serpihan kembang api itu jatuh ke bahunya, meleleh ke dada dan memerah di ujung putingnya. Ia tidak pernah mengetahuinya. Maka, ia tak merasakannya. Ketika serpihan kembang api itu melumatnya. Bahkan ketika saya berkata,

”Kenapa perlu dipertanyakan, Sayang. Kita sedang berlabuh ke sebuah ketidak-tahuan yang memabukkan.”

Tapi di manakah sekarang ia, setelah hanya itu jawaban yang saya punya?

”Hah?!”

Terkejut saya ketika bahu ditepuk seseorang perempuan.

”Boleh saya ambil bangku yang tak terpakai?”

”Hah?!”

Saya tidak bisa menentukan. Saya sudah menunggu dua jam dengan perut kram akibat pil anti depresi yang dosisnya sedikit saya tingkatkan belakangan ini, atau mungkin karena Irish Coffee yang sudah gelas ketiga. Namun ia tak juga datang. Tapi apakah saya harus menyerahkan bangku kosong di sebelah saya ke seseorang? Seseorang yang membutuhkan bangku tambahan di mejanya karena ia bersama banyak teman tak terkecuali perempuan?

”Boleh saya pakai bangkunya, Mas?”

Saya menatapnya.

”Maaf, masih ada yang saya tunggu.”

”Waktu?”

~~~ ~~~

Real love is the love that sometimes arises after sensual pleasure; if it does, it is immortal, makes you wait even you know he/she will never show up; the other kind of inevitably goes stale, for it lies in mere fantasy.” ~Mia (Moussa Isaac Askey)

Baby, You’ll Be Alright.


* * *

Good morning dear, I hope I didn’t wake you too soon.

Because my mind is growing tired, too much thinking what I should do.

I picture you out there, It must be beautiful this time of year.

feather1.jpg

All those south coast leaves, floating round like embers from burning trees.

Well the weather out here is just the same, but do you think about me when you alone? The thing we used to do and the thing we used to be? You know that i could be the one who make you feel that way, and i could be the one who set you free.

Now it’s only work, each day bleeding into the next. Barely scraping by I tire myself out just so I can rest.
But rest it rarely comes, and when it does I cannot go home. Because it’s much too quiet, seems that I’m not suited to being alone.

And everyone around me changed.
But i remember, this is isn’t the way that we used to be.

I think about you maybe more than I should, but the smog is getting old, the drugs I’m taking aren’t so good. So will you talk to me? Even though you’ve had a late night.

Because I need a little help.

Baby, tell me I’ll be alright….

* * *

If Someone Ask Me “Why?”


tumblr_o07v4ph8pu1r3fa3go1_1280

I would like to flash back to see that sunrise to collect memory instead of things, its time for us to pack up all the past and find what truly lasts.

If everything has been written down, so why worry?

If life changing, so why worry?

We say it’s still you and I with silly smile as we wave goodbye, and you can say that was your mistake to open up the door that closed for ages. Then someone once said that “You couldn’t”, then everything turns right, a few unsaid feelings seems happened to be true. That’s why I did, and I won’t worry.

If someone ask me, “why?”

Each series of life has something unsaid feelings. For those who said with metaphors, and for those who didn’t even know what metaphors means. When you remember once wasn’t good orgasm and remember the chapter wasn’t good plot, i hope we’ll realize that we own a promise that long forgotten,

eventually.

~miamou~

Happier Choice


2013

tumblr_lmbjqhqgkd1qhqfw3o1_r1_500

Somehow just by saying it, mixture feelings of excitement, worry, and pressure come upon us. Those feelings come because we have certain expectations to be met and when the calendar says that 2013 has officially begun, we often have this unspoken hope that some or at least one of our expectations can be crossed away from our list. You may expect to be a more positive person, i know, i do. Those target that you may aim like; have an great achievement in career, find a life partner, break a habit that doesn’t bring any good, and being committed to something bigger than yourself.

I wish is each one of you look forward to have a year that is full of happiness, joy, and fun. I know it’s been quite some time since the last time i post ‘Keep Calm I’m in Paradise’, but i have been saving my writing for my first book project.

On my twitter https://twitter.com/moussaaskey, i keep telling my self; “2013 is a gift” and this is not just wishful thinking, and it’s also not only my imaginary nor overreacting feelings.

I know that couple of days ago i received an email from someone that i already moved on, she said; “you are my biggest mistake in my great life”, after almost seventh month didn’t meet and talk with her anymore. To be honest i still can’t understand what happened between us, but someone once said to me; “to understand everything is to forgive everything.”

Let’s moving on with life along with all of our choices. If your choices have been making you a happier person then continues doing it. If your choices somehow have brought tears, anxiety and worry. don’t bother fixing what can not be changed instead take that experience and use it to make a new and better choices. Without you know it, 2013 will go by very quickly and 2014 will be soon around the corner. Start making a ‘happier choice’, when you don’t make that choice, you are postponing a happier and fuller life.

We never taste a perfect joy, our happiest successes are mix with sadness. ~miamou