Kekasihku Kupu – Kupu


Beautiful and graceful, varied and enchanting, small but approachable, butterflies lead me to the sunny side of my life.

Dia yang terbang. Dia kupu-kupu yang berenang. Dan aku, adalah saksi yang melihat semua itu dengan mata telanjang.

Dia menatapku dengan pancaran mata riang, temannya yang peramal menyatakan dia itu tabir, yang berbinar riang walau mungkin lain dalam hatinya. Syahdu meliputi butir-butir terik matahari yang jatuh menimpa tubuh kita melalui kaca mobil dalam perjalanan yang diam-diam menggelinjang.

Dia mengganti sinar bulan yang tidak hadir malam itu. Kita menikmati deru ombak diiringi samar suara musik dari kafe di kejauhan pantai yang saling berebut perhatian. Ada satu pecahan jatuh tepat di antara bibirku yang tengah berjuang tentang perasaan hati saat ini. Seolah dengan sengaja ingin berenang dalam perasaan senang yang aku tahan beberapa minggu terakhir.

Dia kupu-kupu, melayang-layang di halaman kepalaku, menari-nari dalam mataku, dan warna-warni sayapnya menumpahi hari-hari biasaku.

Dia kupu-kupu, yang menghargai masa laluku, baik dan buruk.

Dia kupu-kupu, yang membuatku berpikir sekali lagi, bahwa tidak perlu pesimis dengan kejauhan. Karena kupu-kupu ini akan tetap kembali bermain di halamanku.

Sekarang, kupu-kupu itu telah menjadi kekasihku.

~~~

Advertisements