Song of the Break Day


Ada yang beda dari terbitnya postingan gue yang baru ini (iya tau, ngga ada yang peduli). Song of the Break Day bertema tentang proses perubahan yang gue alami sebulan terakhir ini. Proses penulisan gue dari satu judul ke judul yang lain bukanlah suatu lompatan kuantum yang terjadi secara mendadak dan penuh letupan energi. Melainkan sebuah perjalanan yang berubah sedikit-demi sedikit, sampai akhirnya terlihat jelas bahwa gue sudah berubah.

By the way, gue mau ngenalin dua tokoh inoocent di atas, yang bakal lari-larian di dalam cerita ini; itu yang abu-abu namanya paris, karakternya lugu dan dungu. Nah, yang putih masang muka melas namanya mimi, nama aslinya milan, karakternya suka cari muka, petakilan, manja, dan suka jahatin paris. Well, selamat menikmati tulisan gue, di mana kegelisahan yang gue alami gue coba taruh di atas kaca pembesar, dan kita tersenyum bersama-sama.

Song of the Break Day

“Semoga kamu bisa tersenyum sambil merenung.”

~~~

Juni akhir, segera berakhir. 

Siang yang terik, jalan tol yang lancar, dan lantunan syahdu album Adele mengiringnya tidur dalam perjalanan Bandung – Jakarta yang cukup menyita sisa tenaga semalam. Di perjalanan, kita hanya membahas sepenggal kecil cerita kemarin. Kepergian gue ke Bandung minggu lalu tidak lain didorong oleh tuntutan yang dia buat. Di titik itu gue udah siap untuk pergi dengan cara baik-baik, pergi selamanya darinya. Intinya: “Hubungan ini sudah tidak sehat”. Tapi, dia ingin kita bertahan lagi, kedatangannya ke Bandung makin mempertegas keinginannya itu.

Pagi tadi, kita saling meletakan mata, tanpa satu kata,

Dalam letih, dan dengan lembut, dia meminta; “Jangan tinggalin aku sayang.”

~Mix tape state of trance-nya Armin van Buuren masih terputar dalam volume sangat kecil di kamar dingin itu~

Kembali ke perjalanan tadi. Kita sedang mengejar waktu untuk menghadiri satu sesi pemotretannya, yang kita berdua tahu, kita pasti telat banget! dengan melihat kondisi badanya yang drop membuat gue menancap gas lebih dalem lagi, dan hanya ke satu tujuan: Rumahnya.

Siang di Jakarta berubah menjadi sangat mendung, dengan peluang hujan rintik-rintik. Lagu ‘don’t you remember’ dengan sengaja gue puter berulang-ulang di saat dia tidur, remote dengan tamak gue jepit di selangkangan. Sambil mendalemi lirik dari lagu itu. Dalem.

Setibanya di rumah, dia minta gue nginep untuk jagain dia selama dia sakit. Gue setuju, selain udah ngga sanggup menempuh perjalanan pulang Pondok Indah – Bintaro, belum lagi ditambah ngebayangin macetnya yang bisa bikin ngedrop.

Indahnya KEBERSAMAAN

Malem itu: Gue, dia, nyokapnya dan kedua anjingnya: mimi si petakilan yang dianak-emaskan oleh cewe gue. Yaah ngga ada pilihan lain, gue pasrah nerima sisa, paris si bijak resmi jadi kesayangan gue. *Miss them*. Kita tenggelam dalam perbincangan karir modeling sang pacar, melihat foto demi foto di setiap lembar dalam beberapa katalog juga majalah yang di dokumentasi oleh nyokapnya, dan dikemas seadanya dalam kardus bekas. Karir sebagai model sudah dia mulai sejak bangku SMP, menuntunnya menjadi model yang sangat menjanjikan di umurnya yang sudah matang saat ini. Gue menanggapi wajar setiap hasil-hasil fotonya itu. Tapi di dalem hati: bangga bukan main – bukan main bangganya. Sesekali gue menoleh ke belakang untuk menangkap senyum kecilnya di tengah kebersamaan malam yang menurut gue, kesederhanaan itu bikin gue dengan senang hati untuk terlibat dalam keluarga kecil ini seutuhnya, anytime, anywhere. Sesekali tangannya mengelus-elus pundak gue (momen indah tak bernilai). Setelah menyeruput majalah sampai setengah kardus, dan dia tampak sudah terbius (reaksi kantuk yang timbul oleh panasnya geliga yang gue oles di titik-titik pegal badannya), malam yang semakin larut, dan beberapa faktor lain yang membuat kita sepakat menutup sesi malem ini untuk bersiap tidur dalam lelap letihnya malam.

Dia tidur dengan mamanya di kamar utama, gue di kamar tamu ditemani paris yg melingkar di areal selangkangan, dan mimi di atas kepala.

“Good night paris n mimi” (lewat elusan).

“Good night tante” (lewat hayalan, oneday; “good night ma”).

Trus, “Good night sayang” (lewat bbm)… .Status checklist, trus muncul ‘D’, trus berubah jadi ‘R’, truss, TRUSS!? lah?

Gue ketiduran. Setengah jam kemudian gue kebangun oleh suara bbm yang berbunyi gemerincing di samping kuping, dia membalas;”… . Gini deh, buat pembaca yang penasaran dengan apa yang gue rasain saat itu. Simple, Pasangan kirim bbm(apapun), coba deh balesnya; “iyah” (iyah, bales gituh ajah) coba yah, gue tidur dulu yah, daah.

Goodnight.

Keesokan harinya gue kebangun, gelap tadi malem udah berubah terang di celah-celah jendela. Mimi yang anteng semalem berubah jadi beringas lari-lari melintasi muka gue, bibir becek tanda telah dinodai mimi oleh jilatan binalnya waktu gue tidur, pantes semalem gue tidurnya ‘gelisah’ (geli basah). Indahnya kebersamaan semalam kerasa masih nyisa bikin gue lupa sama rasa gelisah tentang pembalasan bbm yang seadanya dari dia.

Kita bangun kesiangan, lanjut ke adegan makan siang bersama, sambil ngobrol tentang mantan terakhirnya yang sempat tinggal di rumah ini cukup lama, dan rasa syukur nyokapnya akan kehadiran gue dalam hidup anaknya saat itu. Setelah makan siang kita lanjut ke kamar tamu, kita ngebahas tentang kemungkinan masa depan yang kita “mau”, gue rasa itu cuma angan-angan karena kekenyangan. Lalu masuk dalam adegan tidur siang. Dengan alibi ketiduran, dan pintu yang kebuka lebar, membuat kita ga perlu khawatir sama mama yang tentu belum mengizinkan kita tidur berdua dalam satu ranjang. Gue memanfaatkan momen itu, dalam kehangatan siang, seperti kecanduan. Glendotan jadi hal yang paling wajib gue praktekin disaat dia tidur di sebelah gue.

Glendotan.

Glendotan yang gue maksud ngga ada hubungannya sama hal-hal yang berbau porno. Ini murni glendotan. Glendotan menurut salah satu psikolog di negara Burkinafaso (negara yang namanya paling ribet), adalah bentuk lain dari seks yang dilakukan dengan pikiran yang bersih dan tanpa gerakan frontal, kegiatan yang bisa dilakukan oleh semua kalangan dan tidak mengenal umur. Glendotan ternyata sudah pernah di lakukan oleh nenek moyang kita sejak dulu, ditemukan oleh beberapa arkeolog di dataran rendah meksiko, sepasang fosil manusia purba diduga sedang glendotan. Unyu deh. (tapi itu mati dalam kondisi glendotan apa karena glendotan mereka mati?)

Tiba-tiba, seperti petasan di siang bolong, seperti lolongan serigala hutan di ruang tamu, dan seperti ketawa perempuan cekikikan di atas pohon pisang di malam jumat. Kemesraan, rasa damai dan kehangatan itu ternyata cuma dateng sekali dalam hidup gue. Dan Ini yang terakhir.

Jadi gini, sore itu gue bangun duluan, posisi terakhir gue, persis sama seperti posisi mulai tidur siang, ga berubah satu pose-pun. Gue, masih glendotin cewe gue. Mimi, berusaha glendotin si paris. Mama, glendotin pintu. (kesel ngeliat semuanya glendotan)

Setelah mengalami beberapa kali putus-nyambung. Dengan hembusan nafas lega yang di mix sama rasa kecewa. Akhirnya, hubungan ini ketemu juga di titik putus, fix putus. Titik di mana kata ‘nyambung’ itu di larang oleh enam agama diakui di Indonesia, dan di tentang negara. Bahkan hanya sekedar bercanda mengucapkan kata ‘nyambung’ di rumah yang sepi, seorang pria separuh buaya(baca: paruh baya) di sweeping organisasi anarkis FPPGPN (Front Pembela Putus Ga Pake Nyambung). Intinya siapa yang ngajak balikan/nyambung, dia yang terima tamparan dari depan. FYI, tamparan dari depan itu *jenis tamparan yang sakitnya lebih nyebelin dibanding tamparan dari samping*

Yang gue inget waktu itu gw di usir dari rumah, a.ĸ.a kamar utama, a.ĸ.a di depan nyokapnya, a.ĸ.a bukan salah gue! Ga ada tujuan buat self defence, tapi faktanya, dia yang ada permainan, masa gue yang diusir? Iya sih, lebih aneh kalo gue yang usir dia dari rumahnya.

Dia, dengan suara serak (lagi sakit) agak tinggi, berjuang untuk teriak tapi yang keluar. Maaf, sedikit mirip suara nenek-nenek kejepit pintu gudang. (tuh kan nenek, udah dibilangin ga boleh main di gudang).

Cewe gue: “pergi kamu!”,”kok masih disini?”,”pokoknya pergi!”

Gue: “iya aku pergi. Tapi boleh ga, at least kita pisah baik-baik? or should i beg you to get our final kiss?” *sok di sama-samain sama sepenggal lirik Adele; “no final kiss”

Cewe gue: mengamini lagu Adele dan menjawab; “ngga!”,”aku ga mau deket kmu lagi, pergi sekarang!”

Trakhir. Gue butuh dipecut biar gw beneran pergi, butuuh banget. Memanfaatkan dia yang lagi emosi, plus gue kok smakin enjoy ya kalo pengalaman gue lebih dramatis? Akhirnya demi di pecut, gue lemparlah pertanyaan innocent itu;

Gue; “kmu pilih aku, apa dia?”

Dan jawabannya adalah!; “aku pilih dia!” Ke..Pe..Cut.. (those simple words hit so hard)

Gue keluar kamar dengan langkah lunglai, nyamperin nyokapnya, say nothing. Cuma gue peluk aja, dan tetesan air mata ini pun tidak kuasa gue bendung, pelukan dan air mata gue secara tidak langsung menyampaikan perasaan gue saat itu; letih memenuhi tuntutan dan kecewa akan permainannya.

Mendung sore itu membuat semakin terasa suasana drama romantis yang sad ending. Persis kaya adegan dalam film ‘Sweet November’, di mana Keanu Reeves harus merelakan si Saraa pergi di tengah jembatan pagi-pagi buta, padahal om Keanu Reeves udah main hati, sampe ajakin Saraa married, padahal Saraa umurnya ga panjang lagi, dan padahal baru kenal sebulan. “Ribet banget hidup lo Saara!!” Gue yang komen karena gemes. Ga terima sama aturan aneh nan lebay yang Saraa buat, Saraa keras kepala banget, si om juga nurut mulu. *ampir sama deh karakternya: Cewe gue kaya Saraa pas lagi ribet, gue kaya keanu pas lagi ganteng didodolin. Cut! Teriak sutradara.

Trus.

Nyokapnya: “biarin aja dia sendiri, kasih dia waktu, tante bantu bicara baik-baik ke dia nanti, sabar ya Moussa.” (nyokapnya baik banget, tapi ga mungkin gue pacarin)

Gue: langkah pertama keluar dari pager rumahnya, langsung ngrogoh kantong ambil bb. Otak kreatif dan suasana mellow bikin gue gercep (gerak cepat) open music, add new playlist, masukin lagu-lagu yang nyambung sama situasi saat itu.

Playlist name : So this is the real goodbye.

1.Adele – don’t you remember

2.Dash Berlin – better half of me

3.Armin – not givin’ up on us

4.Usher – let it burn

5.Coldplay – fix you

6.Coldplay – what if

7. Maroon 5 – pay phone

8. Feist – inside and out

8.Coldplay – viva la vida (ga match banget, tapi mager buat hapus dari playlist.)

Play.

Playlist galau telah menemani hati yang sedang terluka, luka baru yang menganga. Setiap lirik yang match dengan keadaan gue saat itu terasa seperti garam, yang disaat lantunan dan lirik sedih bertemu di suatu titik. Di titik itu luka menganga gue kaya di jejelin garem. Perih. Maaf atas ke-unyuan yang barusan terjadi.

Gue pernah party silent disco, seru! (tau ga nyambung, but let me continue) dari istilah silent discolah, gue mencetuskan istilah: silent crying. Hari itu, tanggal itu nama gue di catet di Guiness Book Record sebagai penemu dan pencetus silent crying.

Gue ngalamin silent disco, di acara rave party Gorilazz di GWK Bali. Kalo silent crying gue ngalaminnya di travel City Trans Jakarta – Bandung, duduk di samping pak supir. Serius deh, drivernya mirip gorila. Jadi ada satu momen gue nangis kejer, air mata meluncur deras, ingus ngepul-ngepul, tapi ga keluar suara. That’s what i called skill! Tapi ada efek sampingnya, pedihnya kaya ngumpul di dada gitu. Buat pembaca: kalo ngga mepet-mepet amat, jangan ikutin cara gue ini deh, gue kan udah pro kebiasaan. Saat itu perasaan gue campur aduk, antara sedih mengenang masa-masa bersama dia, di tamabah di ganggu-gangguin sama ‘Waiting’nya Emma Hewit yang melantun keras di earphone gue, disaat yang sama, gue juga takut sama si driver yang gue bilang mirip gorila. Gue liat ke langit, meletakan mata pada bulan, thank God! bukan bulan purnama. Parno drivernya jadi manusia gorila. *lirik si driver dari buntut mata yang becek was-was

Pengusiran yang didasari oleh tertangkapnya bbm-an mesra yang diduga menggunakan bahasa suku Arya kuno atau suku Aztec, atau kemungkinan yang paling ngga mungkin: bbm-an mesra tersebut menggunakan bahasa misterius dari U.F.O (baca: piring terbang kendaraannya alien) yang tertangkap dalam salah satu chanel radio FM di angkot S14 jurusan gang mesjid-lebak bulus. Kan jadi panjang (ˇ_ˇ’!!) !

I make it short: contoh bbm-an mesra dengan lelaki yang memiliki hak namanya di samarkan demi privacy, sebut saja: ALI

Dan demi hak mempertahankan nama baik cewe gue (mantan sih pada saat ini), juga demi masih teruntainya tali silahturahmi, cewe gue bisa kita sebut: CEWE GUE

Pemilihan nama samaran yang CERDAS. Sangat mengecoh!

Nih contoh bbm-an mesra yang tertangkap basah oleh mata gue waktu lagi BM kepo-in bbnya. Keadaan sore itu: gue lagi duduk-duduk ganteng megang bb, dia masih tidur, mamanya lagi rapiin meja makan, paris dan mimi kedua anjingnya yang ga punya hak namanya di samarkan karena keduanya memang tidak butuh privacy sejak lahir. Paris dan mimi seinget gue sih lagi sibuk sama bulunya masing-masing.

Di bawah ini adalah penampakan bbm misterius yang sudah ditunggu-tunggu dari tadi. (boleh kok nyiapin tissue sebelum menjadi saksi dari kejamnya teknologi komunikasi saat ini)

(Bbm-an mesra)

Ali: :* :* :* :*

Cewe gue: :* :* :* :*

Ali: :* :*

Cewe gue: :* :* :*

Ali: :* :*

Cewe gue: :* :* :* :*

Ali: :* :* :* :* :* :*

Cewe gue: :* :* :*

Ali: :* :* :*

Cewe gue: :* :*

Ali: :* :* :*

Cewe gue: :* :* :*

:* = Jika di ketik di kolom bbm akan berubah jadi emoticon kiss (baca: ciuman, cipokan, cumbuan?)

Hold!!

Setelah panampakan bbm barusan, kayanya gue bakal nulis tentang “cipokan” hampir di setiap paragraf, mungkin sampe ceritanya the end. Nah, karena kita berbudaya timur dan ber-etika, di samping itu ada saja kemungkinan om dan tante, opa dan oma, ada kakak atau adik dari pihak keluarga gue atau dia yang baca blog ini. Membuat gue rada ngga nyaman pake bahasa yang gengges seperti “cipokan” dkk. Pake inggris aja ya? gue ambil dari kata ‘french kiss’, gue singkat jadi ‘fk’ (nice).

Pokoknya kalo ada yang nyempilin ‘u’ sama ‘c’ di tengah istilah ‘fk’, mandul! Deal ya sama istilah ‘fk’?

Yuuk om & tante, mariii.

Kembali ke bbmannya dengan ALI.

Mereka berkomunikasi hanya dengan emoticon kiss, begituuu teruus bbm-annya sampe seterusnya, dari awal sampai akhir.

Gue; “menyebut nama dia pelan” (speechless, hopeless, maless)

Gue seperti di toyor-toyorin sama si cupid yang ga bertanggung jawab. Secara otomatis otak gue nyeting mindset baru; terlalu percaya sama pasangan BERARTI terlalu siap di bohongin, bbm flat dari pasangan yang ditanggapi positive dan cuek nganggep semuanya baik-baik aja BERARTI ngasih dia ruang buat bermain-main sama hati gue yang udah di stikerin fragile sejak lama. Harusnya mulai was-was waktu dia udah bales bbm “iyah” doang. Canggih juga otak gue bisa gitu. Tapi secanggih-canggihnya otak gue saat itu, Jadi ngga guna kalo udah ketipu gini. Telat nyeting mindset-nya tak!.

Seinget gue, level ke-kepo-an gue saat itu meningkat drastis. Sampe dua kali scroll di track pad-nya dengan hentakan panjang menyusur keatas, tetep aja gue ngga nemu huruf vokal atau apapun yang bisa dipahami oleh peradaban manusia jaman sekarang. Masih ga percaya, gue pastiin lagi liat bbm zinah itu!*maaf kasar (kebawa emosi) pas gue tau gue ngga salah liat, jantung gue nglewatin degupannya satu kali.

Gue coba tenangin diri sendiri dan coba liat lagi bbm nyakitin itu dengan perlahan, gue pastiin partner bbm-an-nya itu adalah: Sepupu, atau gay penata rambutnya, atau gay make up artist-nya, atau gay sahabatnya. Apapun deh yang penting gay, jadi gue bisa tenang. Tapi ngga ada sedikitpun pertanda itu! jantung gue nglewatin degupannya dua kali. Disaat hayalan binalku berkelana, dan saat akal sehat bermain, ditambah logika yang ikutan main bareng sama akal sehat. Hasilnya bakal lebih simple kalo gue gambarkan dalam rumus, berikut tampilan rumusnya;

Hayalan Binal = HB

Akal Sehat = AS

Logika =LG

HB+AS+LG = HB1AS1LG1 = ???? arrrgh!

Ya kesimpulannya ???? = BIG possibility mereka pernah fk beneran. Mereka telah mempraktekan fk di dunia nyata. Mereka telah fk di luar nikah! Ngebayangin, bibir yang gue fk semalem, kemungkinan besar kemaren paginya abis fk sama ALI. Dengan kesadaran akan pentingnya slogan “safety can be fun“, gue tuang detol cair dalam gelas, 2 sendokan antis, trus gue rendem tissue basah mitu tiga menitan ke dalem gelas tersebut, trus tissue yang telah berlumur zat-zat kimia jahat langsung gue kompres ke bibir. Sampe gue yakin bahwa bakteri telah pergi, bibir telah perih, dan gue telah terhindar dari virus berbahaya.

Gue bertanya-tanya dalam hati, “kok bisa setega itu ya?”, “bisa kali putusin gue dulu baru dia bisa nyaman ngapain aja sama orang lain”, “trus, kenapa setiap gue mau pisah baik-baik dia ngga pernah ngijinin?”. I was like WTF OMFG!!

Dan seperti biasa candaan jantung gue kalo lagi lebay karena sakit hati, pasti deh main-mainin degupan (ˇ_ˇ’!!). Tapi kali ini bukan lagi ngelewatin satu atau dua, sambil ngitungin, kali ini kok ga berdegup ya? Ngomong dalem hati; “sumpah ga lucu becandaannya organ”. Tiba-tiba, mata kerasa sepet, badan lemes, dan perlahan semuanya gelap.

~sirene ambulance dari kejauhan perlahan terdengar makin jelas. Oke stop, ngayalnya kejauhan.

Tapi pengen banget gue beneran jatuh pingsan, trus didiagnosis ada pembuluh darah gue yang putus di bagian otak yang nyimpen memory tentang keindahan dia yang membuat gue jatuh cinta. Jadi pas keluar dari RS gue lupa kalo gue pernah cinta sama dia, kaya film ‘The Vow’ gitu. Serah gih mau fk sama ALI di bbm kek, dunia nyata kek, dunia lain kek. Don’t know, don’t care.

Tapi dia si bibir yang berasa beraneka buah, ngga rela banget gue bagi-bagi.

Gue potong bentar deh. Ini tentang fakta bibirnya, bibir lembut bermultivitamin yang dimiliki dia adalah nyata adanya. Kebiasaanya untuk memipir lip balm/gloss hampir setiap sepuluh menit sekali, dan sudah sejak lama kebiasaan ini menjadi rutinitasnya, membuat bibirnya merona-rona sepanjang hari. Pengkonsumsi lip balm/gloss terbanyak ini, membuat dia ditawari member produk kecantikan body shop, dan pengalaman fk dengan dia tidak pernah merasa monoton, karena gue bisa milih rasa buah-buahan se-enak dengkul. My favorite: Still, one and only; LECI. Seperti ada kandungan adiktifnya, karena kelamaan fk dengan rasa leci bisa berasa giting gitu. Gue adalah salah satu pasien sukarelanya, dulu bibir gue pecah-pecah, nah, singkat punya singkat, cerita punya cerita, setelah gue ke klinik TONG FANG (apasih?). Dengan sukses setelah gue fk sama dia, keesokan harinya bibir gue berubah warna, dari warna coklat gembel, jadi merah manja, dan jingga di garis bibir, berasa bibir Tao Ming Tse.

Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, gue ambil sampel bibir cewe gue dengan cara, pada saat fk, bibirnya gue gigit kecil dengan gigitan halus tanpa sepengetahuannya. 0,0023mili kulit bibirnya telah gue dapatkan. Berlagak peneliti bibir jenius lulusan Harvard, gue cemplungin ke dalem gelas cangkir berisi aqua, gue bawa ke laboraturium jadi-jadian. Setelah melihat hasil, gue tereak klimaks; “MIAPAAH?!!”

Seperti hasil dari penelitian ini mampu mempengaruhi kalender suku Arya yg berakhir di 2012 jadi mundur berapa taun lagi. Masih menghela nafas panjang seolah gue baru aja menemukan salah satu pertanda bahwa kiamat sudah dekat. Akhirnya gue ambil kesimpulan, satu menit saja fk dengan cewe gue sama seperti minum 1 botol Mizone yang di blend sama 5 buah kiwi madu dan dua pisang sunpride juga stengah sendok rum. Hasilnya: kandungannya benar-benar setara. Intinya i’m lucky i was experience her lips.

Sekian tentang bibir, thank you for your attention.

Kembali ke benang merah.

Pas gue lagi enjoy sama kegiatan kepo-in bbm cewe gue yang seinget gue terakhir masih tidur cantik. Cantiiik banget (ngga bohong gue, pokoknya kalo ada cowo liat cewe gue tidur trus dia bilang biasa aja = fix cowo itu gay yang ga lulus SD!). Tiba-tiba tangan lentik jelantiknya ngerampas bbnya dari tangan gue yang mulus belang bekas naik motor, dekil, dihiasi beberapa bekas luka. Biasa cowo, ngga ada luka ngga cowo.

Idih, tadi sampe mana ya ceritanya?? hang on.

Nah, iya!

Dalam ketenangan tinggi meng-kepo-in bbm cewe gue, didukung rasa percaya diri yang berlebih kalo cewe gue masih sleeping beauty. Dan dengan tidak berkeprikekagetan, tiba-tiba tangan lentik sekelibat merampas keperjakaan gue. Canda. Merampas bb yang lagi anteng dalam genggaman lembut tangan gue, hilang dalam kecepatan yang lebih cepat dari kedipan mata gue. Pertama, yang gw rasain: KAAGEETT!! Sumpah itu saking cepetnya, jantung gue sampe ngga sempet bercanda sama degupannya yang jayus. Dan entah dia menyadari atau tidak, reaksi kaget gue yang natural apa adanya, terdengar ngondek (ˇ_ˇ’!l) I admit it.

“ishh amit-amit jambang bebby(romeo)” *ngelusperutnya paris(paris eksis banget deh bisa kebetulan lewat) yang lagi melintas di antara gue yang sedang “kaget” dan cewe gue yang baru keluarin FATALITY-nya.

Gue sempat berpikiran kotor kalo dia pasti udah latih teknik merampas kecepatan tangan lentiknya itu minimal seminggu 2x, yang 1 session latihannya = latihan cardio yang ngebakar 500cal. Gue ga bakal ember ngebocorin ilmu langka ini. Jangan sampe jatoh ke tangan yang salah (pencopet/penjambret/naruto?).

Kembali ke dalam fakta perselingkuhan yang tertangkap di detik-detik akhir hubungan. Bahwa dia mulai kenal dan deket tepat 1 minggu setelah kita sepakat pacaran, kerjasama hubungan pacar yang melewati frase gemesnya tarik-ulur yang bikin deg-degan, ditambah penembakan jarak jauh antara Bali dan Jakarta yang harus melalui media yang paling jantan (baca: nembak cewe by phone, sms, bbm berarti harus di sunat lagi) dan media yang paling oke, ya cuma SKYPE yang entah sudah diatur sutradara (signalnya tumben lancaarr? biasanya ngadat, ngeleg) ngga kebayang kalo pas gue nembak trus keputus, trus ulang lagi dari awal, trus malah jadi salah paham, trus ulang lagi dari awal. Bisa mati gemes.

Singkat cerita, kita deal pacaran! 🙂 Bahagianya. Ganti status di FB dengan bangga, orang se-keren se-biasa gue bisa di dampingi perempuan yang LUAR BIASA seperti dia, saat itu keadilan Tuhan sangat terasa.

Sedikit ngga percaya, apa gue Skype-genic ya? (bertanya dalam hati) atau pembawaan gue yang lagi deg-degan, nervous, telapak tangan terasa dingin dan becek, dubur berminyak, kedua kuping terkena gejala tremor (gejala langka, karena biasanya terjadi pada telapak tangan yang selalu bergetar halus), dan gue bisa ngerasain pangkreas gue ngilu (?lebih langka?). Semua gejala itu dijadiin satu, dan di kemas dengan serba apa adanya yang coba gue sampikan lewat percakapan sederhana.

Hasilnya: Gejala yang ditangkap oleh i-pad di seberang pulau sana berkata lain, pembawaannya mungkin ya? jadi keliatan bijak + kemungkinan kalo gue itu skype-genic = diterima 🙂 anyway ngerasa ngga sih jadi merembet kemana-mana? biar ga bertele-tele. Sekarang gue mau serius.

Serius! gue rubah dikit cara gue menyampaikan isi dalam tulisan ini, langkah besar yang gue ambil yaitu; merubah penyebutan diri dari “gue” menjadi “aku”. Enjoy the difference.

Aku di tampar fakta-fakta yang membelalakan mataku. Fakta bahwa hubungannya dengan lelaki lain itu hampir seumur hubunganku dengannya, aku hanya selisih seminggu lebih dulu mencuri start, yang mungkin membuat dia kembali ke dunianya yang labil, yang mungkin menuntunnya kedalam permainan hati ini. Membuatnya bertanya-tanya dalam hati; apakah status yang terkesan terlalu cepat ini adalah yang terbaik bagi dia? Dia punya hak untuk memilih siapa yang pantas untuk mengisi sebagian besar hari-harinya. Semua orang punya hak itu. Aku pun punya hak itu. Dia masih berlabel perempuan paling sempurna yang pernah hadir dalam hidupku. Sebaliknya, dia melihatku seakan masih belum pantas untuk masa depannya, atau sekedar pantas untuk join dengan lingkungannya. Sisi depresiku menerka: apa jam tangan G-Shockku harus diganti dengan Cartier atau Tag Heuer? (biar lebih dewasa) atau selera kaos polos v-neckku harus aku ubah dengan kemeja lengan pendek bermotif kotak atau garis? (gue pernah nyoba dan adek-adek bilang gue kaya GAY,ya keleus!) dan terakhir, aku harus melakukan pendekatan extra ke orang tuaku agar diizinkan dengan ikhlas dan lapang dada untuk membawa mercy sport merah SLK kecintaan si pappy.(ngga mungkin banget, kecuali pappy gue sekep, dan itu susahnya minta ampun!)

Mungkin pria itu punya semuanya yang aku ngga punya, atau mungkin dengan perubahan itu semua membuat aku semakin layak untuk paling tidak, pantas bergabung dalam lingkungannya?

*Itu semua cuma terkaan orang depresi. Jangan pernah berubah atau berkorban buat orang yang ngaku cinta sama kita, karena orang yang cinta sama kita ngga akan pernah rela ngeliat kita menderita dalam pengorbanan.

Aku tidak sedang berlagak orang yang paling mengenal dia, tapi terkadang dalam suatu hubungan, ada waktunya kita tidak perlu berbicara satu dengan yang lainnya untuk menyampaikan isi hati. Aku tidak menyebut ini sejenis dengan ilmu telepathy. Bila kita kenal hati pasangan kita, terkadang di dalam diam, kita tahu apa yang ingin diutarakan yang secara tidak langsung; tubuhnya berbahasa dan bahasa tubuhnya telah menjelaskan semuanya.

She said; ‘I’m dont want to give up on us, i know we will make it all alright’. All i know she said that when she got hit by an good extacy.

Anyways, it’s been a great experience for me. Seinget gue, kalimat terakhir yang dia sampaikan lewat sms (Blackberry Massanger sudah dia hapus dengan cantik), “Thanks for the beautiful story”. Yet, seharusnya gue berterimakasih. Thanks for making the story beautiful.

~The birds they sang~

~Break of  day~

~Start again i hear them say~

~Its so hard to just walk away~

~~~

Sepenggal lirik ‘Up with the Birds’ Coldplay melantun menjadi teman yang menyemangati gue sambil nulis kisah kegagalan ini. Kegagalan hubungan gue dengan orang yang paling gue cinta yang bernama Kesia (its sounds dangdut), but you know that you truly love someone when you’re willing to leave everything behind just in order to be with them. Ok, apa yang mau gue sampein ke pembaca dari kegagalan ini: kita ngga punya banyak waktu buat belajar dari kegagalan sendiri. Maka itu, belajar juga dari kegagalan orang lain. There’s a lot more to say, but so far i think there’s a lot to take in. It is a learning process for me as well.

———————————————  ~ ~ ~  ———————————————

: Komentar, kritik dan saran sangatlah diterima. Silahkan klik kolom [Comments] di bawah, atau bisa langsung ke alamat email: moussaaskey@yahoo.co.id

Advertisements