The Witnes of Forgiveness

“When you forgive, you in no way change the past – but you sure do change the future.” ~miamou

Advertisements

“Aku bebas, lalu sekarang harus apa?” Ucapnya, sambil membetulkan ransel berbahan jeans lusuhnya itu.

tumblr_o0znhqpkab1uq45zxo1_1280

Pria itu bernama Limo, kurang lebih sudah lima belas tahun dia terkurung dalam sel-sel yang pengap dan sempit. Dia telah banyak tertinggal oleh cerita-cerita di luar sana, cerita tentang mantan istrinya yang sudah meninggalkan anaknya di rumah itu, pergi dari kota itu untuk mencari pekerjaan ke kota-kota besar.

Cerita tentang ayahnya, bahwa kurang lebih dua tahun lalu, dia telah meninggal. Cerita tentang anak yang dia tinggalkan karena harus menjalani hukuman, pada saat umur anak itu belum genap lima tahun. Dan cerita terakhir itulah yang akhir-akhir ini menggerogoti jiwanya. Dia menunggu saat-saat untuk bertemu lagi dengan anak lelakinya itu. Karena hanya ke anaknya dia akan berlabuh disaat hari kebebasannya, tidak ada tempat lain.

Satu-satunya pertanyaan terbesar dalam jiwa kembali menguap keatas kepalanya, membuatnya cemas, tidak bersemangat lagi, dan menggigil ketakutan. Lupa bahwa hari ini adalah hari kebebasannya. Pertanyaan besar itu adalah;

“Apakah anakku dapat memaafkan kesalahanku dengan mudah?” Limo bertanya dalam hati.

Sebulan sebelum hari kebebasannya, dia telah menulis dan mengirim surat kepada anaknya;

Anakku, bulan depan kepala sipir memberitakan tentang kebebasanku dari penjara, maafkan kebodohanku yang telah lama meninggalkanmu karena harus menjalani hukuman. Dihari kebebasanku nanti, aku akan pulang untuk bersama lagi denganmu. Aku tahu mungkin akan sulit untuk menerimaku kembali dalam hidupmu, atau sebenarnya mungkin tidak ada jalan pulang untukku.

Maukah kamu menyalakan lilin di depan pintu rumah, lsebagai tanda bahwa kau telah memaafkanku, dan menerimaku untuk kembali bersama. Jika tidak, kau tidak perlu melakukan itu_biarkanlah tetap gelap.

Terimakasih,

Ayahmu.

Tindakan memaafkan itu terlihat seperti tidak adil, karena memaafkan menyebabkan berkurangnya motivasi untuk menangkap dan menghukum seseorang juga meredam kemarahan yang dibenarkan.

Siang itu, kereta terus melaju ke arah timur. Sinar matahari terbit perlahan mulai menghangatkan badan kereta api yang hampir semuanya terbuat dari logam itu. Dia mempersiapkan matanya yang lelah hanya untuk melihat pertanda nanti malam.

Malam itu, dia berjalan kaki melintasi jalan-jalan sempit, melintasi pelosok-pelosok kota dan akhirnya dia tiba diasana. Di kota masa lalunya, dan dia sudah tidak sabar untuk segera melihat pertanda di depan rumah. Rumah yang juga menjadi tempat dia berbulan madu bersama istrinya, rumah dimana pernah ada tawa, tangisan dan pertengkaran yang dia alami, rumah yang menjadi tempat kelahiran anaknya, dan itu adalah kebebasan yang sesungguhnya bagi dia. Kebebasan yang selama ini menginspirasikan setiap puisi yang dia tulis di dinding-dinding sel penjara.

Rumahnya hanya beberapa gang dari stasiun tempat dia turun. Dia hanya perlu mengayunkan beberapa langkah untuk sampai di depan pintu rumah. Beberapa langkah untuk melihat pertanda itu. Tetapi, di stasiun yang sepi, ada beberapa orang datang dari arah berlawanan, melewati sisi bahunya. Salah satu dari orang itu sepertinya sedang berkomentar tentang sesuatu yang baru saja mereka lihat, dan tertangkap oleh telinga Limo;

“Aneh sekali rumah itu, tengah malam buta mereka menyalakan lilin-lilin yang bertaburan hingga kejalan” kata mereka, sambil tertawa kecil.

Seseorang pernah berkata kepadaku,

“Kita bisa membebaskan diri kita dengan memaafkan, dengan perdebatan dalam diri dan dengan berdoa. Maka memaafkan dapat membawa perbaikan besar dalam hubungan kita dengan seseorang yang kita maafkan.”

~ ~ ~

“When you forgive, you in no way change the past – but you sure do change the future.” ~miamou

Author: Moussa Askey

It sounds easy, but it is not. I know because i am writing my first book: "Begin at the beginning and go on till you come to the end: then stop" (Alice in the Wonderland)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s