Tulisan ini terinspirasi dari The Zahir-nya Paulo Coelho, buku yang menemaniku setahun terakhir , tentang makna cinta dan kekuatan takdir, tentang saat merobek dan saat menjahit, tentang being lost and being founded, tentang menelusuri perjalanan cinta.
Catatan Penulis
Setahun terakhir aku hanya mampu menyelesaikan 161 halaman dari 437 halaman, dan dari 161 halaman itu telah menginspirasikan beberapa tulisan di blog ini. Selain rutinitas kerja yang menyibukanku dan malam-malam yang menyita waktu istirahatku, ada satu hal lain yang membuatku belum bisa menyelesaikan buku ini, adalah setiap kata dan kalimat yang membuatku terhenti sebentar dan berimajinasi, membuka mataku sedikit demi sedikit yang entah ini suatu kebetulan atau hanya rekayasa pikiranku bahwa cerita dalam buku ini sama persis dengan apa yang aku alami saat ini.
Aku akan menelusuri perjalanan cintaku dalam tulisan ini, menelanjangi satu-persatu dari masing-masing hubungan, ini sangat melegakan.
Eleven, judul yang aku pilih untuk men-describe isi tulisan ini. Eleven yang berarti angka 11, adalah jumlah pemain dalam sepak bola; Jika angka 1 adalah pemain paling belakang maka angka 11 merupakan pemain paling depan, si penyerang, si pengambil keputusan akhir dan si penentu. Angka 11 adalah satu jam terakhir untuk pergantian hari, satu jam terakhir menuju suatu perayaan; Tahun baru, ulang tahun, peringatan hari bersejarah. Ada momennya satu jam terakhir itu menjadi saat yang ditunggu-tunggu. Jumlah sebelas yang juga aku artikan sebagai jumlah wanita yang pernah dan sedang masuk dalam cerita di hidupku dan akan aku telanjangi satu-satu.
Sebelas
Sekarang situasiku bisa dikatakan mendekati sempurna, jangan sampai sempurna, karena kesempurnaan akan membuatku bosan. Aku memiliki kekasih yang ceria dan menarik, karirku berangsur-angsur membaik, dan besar kesempatan bahwa dengan berjalannya waktu semua akan beres sendiri.
Aku akan membuka cerita dari wanita pertama yang datang dalam hidupku sampai yang ke sebelas yang sedang aku jalani sekarang. Aku akan mencoba mengingat satu-persatu, kata seorang kepadaku; “masa lalu adalah rancangan masa depan, yang membentuk kita menjadi seperti saat ini.” Adakah keterkaitan cerita masa lalu yang menuntunku untuk mengetahui kelanjutan kisah hidupku dengan wanita yang sedang aku ajak bertualang saat ini? Adakah pertanda yang terlewat yang aku tidak perhatikan?
Aku percaya pada pertanda-pertanda. Setelah segalanya telah berubah, semua yang perlu kita pelajari ada di sekeliling kita, kita hanya perlu melihat sekeliling kita dengan penuh respek dan perhatian, untuk melihat ke mana Tuhan menuntun kita dan langkah apa yang harus kita ambil. Aku juga belajar untuk respek pada suatu misteri: Seperti kata Einstein; “Tuhan tidak bermain dadu dengan Alam Raya.” Menurutku semuanya saling berkaitan dan mempunyai arti. Arti itu mungkin tersembunyi hampir sepanjang waktu, tapi setiap kita melakukan sesuatu dengan antusias, kita sudah tahu kita sudah dekat dengan tujuan kita yang sesungguhnya.
Satu – Sebelas
- Wanita yang pertama hadir dalam hidupku adalah Christie Adelheid Kanter, yang juga menjadi inspirasi beberapa tulisan: ‘Still in Memory’ dan ‘One Step Closer to Love’. Beberapa kesamaan pada kondisi kita pada masa itu membuat sisi innocent-ku membuatku berpikir bahwa kita itu jodoh. Alur cerita cukup singkat dan berakhir dengan tindakanku yang memalukan; aku memberi hadiah natal yang aku ambil dari koleksi tanteku tanpa izin, dan akhir cerita boneka yang sudah aku kasih harus dikembalikan ke pemiliknya (tanteku sendiri) dan tidak ada satu percakapanpun setelah kejadian itu. Rasa malu yang membuatku jadi pengecut dan menghindar dari dia. Jujur, pada saat itu aku tidak tahu harus memberi apa, aku tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli hadiah natal yang sederhana, dan pada saat itu aku akan melakukan segala hal hanya untuk menarik perhatian dia_mendapatkan hatinya. Wanita yang membuatku terlalu terobses dan mambawa kegilaan dalam cinta.
- Wanita ke-dua adalah Sarah Rebecca, kita hanya beberapa minggu menjalani hubungan, dan berakhir menjadi sahabat sampai saat ini, bahkan persahabatan ini akan berlangsung selamanya menurutku, dia sudah seperti keluarga, seperti adik-adikku. Tidak ada batasan antara kita, kita begitu bebas dan lepas jika bersama, tidak ada aturan, tidak ada sakit hati, kita memang ditakdirkan untuk menjadi sahabat sejati.
- Wanita ke-tiga. Rani, hubungan yang berjalan cukup lama walau dalam keadaan sulit, kenyataan bahwa kita berbeda iman yang cukup menggangu hubungan ini untuk berjalan terus. Bersamanya aku mendapatkan pengalaman sex pertamaku dan menjadi laki-laki pertama yang menembus perawannya, kita sama-sama berpetualang sembunyi-sembunyi, kita bercinta di warung internet sepulang sekolah, bercinta di kamarnya pada saat orangtuanya sedang berkumpul diruang tamu persis di seberang kamarnya, aku sembunyi di lemari pakaian hampir berjam-jam hanya untuk mendesain rencana untuk menginap di kamarnya dan bercinta semalaman, di rumahku, di kamar orang tuaku, di ruang tamu, hampir di detiap sudut ruangan.
- Gladys adalah wanita ke-empat. Jujur, dia mungkin tidak berparas cantik bila di bandingkan dengan wanita-wanita sebelumnya, tapi dia sangat manis, dan sex yang kurang begitu hebat. Menurutku dia adalah wanita paling berhati emas yang pernah aku miliki, hanya saja aku terlalu sombong dan angkuh pada saat itu dan menyia-nyiakannya.
- Elfride adalah wanita ke-lima. Wanita yang sempurna dari segi fisik, seiman dan se-hobby. Dulu dia hanya seorang bocah yang sangat senang dengan olahraga basket dan sekarang dia menjadi wanita yang menjanjikan di dunia modeling, termasuk dalam sepuluh besar Wajah Femina adalah prestasi terbaiknya. Dia yang datang, dia yang mengetuk pintu, dia yang memanggil nama lengkapku hampir setiap hari dan harus berakhir dengan pertengkaran kata yang kasar dan bermusuhan. Dari situ dapat saya simpulkan “The hottest love, has the coldest end”.
- Wanita ke-enam bernama Ima, Hampir sempurna, Seiman, wanita pujaan di kampus yang aku memenangkan hatinya dalam persaingan sehat dari laki-laki lain yang mencoba mendapatkan hatinya juga. Umur hubungan kita tidak sampai satu bulan, sahabatku sendiri yang menjadi dalang berakhirnya hubungan kita. Ima, hadirnya dia dalam hidupku memberi aku pelajaran, bahwa dunia tidak akan berhenti menungguku menangisi kehilangan akan sesuatu, aku perlu berjalan terus.
- Ratih, gadis Bali yang menjadi wanita ke-tujuh dalam hidupku. Wanita penjelajah, wanita yang bertangan kuat dan penuh permainan. Kita tidak berjalan lama, adanya hubungan ini tidak lain terdorong akan kebutuhan masing-masing akan sex. Sex sepulang kuliah atau sex sebelum menerima materi dalam kuliah, kitapun berdamai dalam perbedaan dan berakhir dengan baik-baik. It was a great sex, she’s a Balinesse Dancer, and her sexy body is undoubtable.
- Wanita ke-delapan bernama Grace. Satu iman, sedikit keluar dari tipe wanita-wanita sebelumnya, dia bukan wanita cantik jelita yang bertubuh sexy, maaf dia tidak masuk dalam kriteria itu sama-sekali. Tapi, kedewasaanya dalam spiritual. Kedekatannya akan Tuhan cukup mengubah cara aku berpikir, membuatku secara otomatis ikut menjadi manusia yang ingat akan Tuhan. Kita berakhir karena tingginya hasrat memuja laki-laki dalam dirinya mengaggu ego-ku dan membawa kecemburuan yang membuatku yakin untuk pergi darinya.
- Thasya, wanita ke-sembilan, mantan istriku. Bisa dilihat dari artikel yang berjudul “The Experience of Young Lover”. Aku hanya terus bertanya kepada Tuhan, untuk apa nasib mempertemukan kami? Perjalanan ini memberiku pelajaran bahwa; “Sometimes you have to be knocked down lower than you ever have, in order to be able to stand up higher than you have.”
- Savira Fachrina si bocah ke-sepuluh, perbedaan, pertemuan yang salah, dia wanita yang penuh dengan kebohongan hampir setiap kata adalah rekayasa yang patut dipertanyakan, karma, kebangkrutan financialku, kebutaan akan realita bahwa seharusnya hubungan ini tidak pernah terjadi, kita sama-sama hilang di tengah hutan belantara, kejenuhan long distance dengan kekasihnya dan ketidaksiapan kesindirianku dalam last minute divorce menuntun kita pada cinta tanpa harapan, salah satu sex terbaik dalam hubunganku, bercinta di villa mewah yang aku sewa sebulan penuh, bercinta di private pool, di Ubud yang bergelinjang, air panas Bedugul yang bergelora, Jakarta dan bandung juga masuk dalam daerah petualangan kita. Hubungan ini mengajarku menjadi lebih bijaksana, membuatku bisa mengendalikan emosi dan membuatku menjadi laki-laki yang lebih pemaaf. And don’t ask why she’s keep hurting me. I have to ask my self why I am allowing it to happen.
- SEBELAS, Kesia adalah wanita ke-sebelasku. Dia seorang model, cantik dan sexy, kupu-kupuku, salah satu jawaban dalam doaku, masa depanku (hopefully), kita masih dalam masa adaptasi, long distance yang segera berakhir, satu-satunya wanita yang bisa membuatku meninggalkan Bali. Masih ada kenyataan lain yang aku rasa harus aku simpan sendiri sampai dia mengizinkan untuk aku tulis.
Saat ini kisah cinta sedang mengujiku, aku bisa menganggapnya sebagai siksaan atau sebagai berkat. Aku belajar: Instead of saying all of my goodbye, I have to let them know that I realize that life goes fast, it’s hard to make it good things last.
Duniaku sudah berubah sekarang_sangat-sangat berubah, kebijaksanaan datang dengan sendirinya, duniaku tidak ada yang pasti, masih banyak kemunginan yang bisa terjadi.
Di Duniaku yang dulu, bila seorang anak disuruh beli lima apel tapi pulang kerumah dengan hanya membawa dua, aku akan mengambil kesimpulan anak itu telah memakan yang tiga. Di duniaku yang sekarang, ada kemungkinan-kemungkinan lain: bisa saja dia telah memakan tiga apel itu, tapi bisa juga dirampok, atau uang yang diberikan padanya mungkin tidak cukup untuk membeli lima apel, atau tiga apel itu hilang di jalan, atau dia bertemu dengan orang yang kelaparan dan memberikan tiga apel pada orang itu, dan kemungkinan lainnya.
Di duniaku yg baru, semua kemungkinan bisa terjadi, dan semua kemungkinan saling berkaitan.
~~~






















